So... Damn dangerous!
Sepanjang segala abad baru kali ini katanya Emak saya yang sudah berumur 75++ th kalau Merapi belum pernah meletus-letus selama ini! Mpir 2 minggu loh!
Perjalanan terakhir kemarin aku ke Jogjakarta untuk kuliah hari Kamis, tepat ketika Merapi meletus berkali-kali sampai Jumat pagi. Kondisinya? Terus terang waktu aku dari UNY (Universitas Negri Yogyakarta) naek TransJogja menuju terminal Jombor tidak terlihat abu yang pekat, tetapi yang jelas nafas tambah berat! Jadi bahaya!!! Debu abu vulkanik itu sangat lembut tapi tidak seringan debu biasa, kandungannya berat (katanya) karena itu yang menyebabkan faringitis akut pada korban bencana Merapi di daerah skitar Merapi seperti Dompol, Klaten, Cangkrringan, Kaliurang, Magelang, Muntilan, Sleman, dst.
Paling terasa itu di Muntilan, jalanan penuh dengan lumpur abu vulkanik karena sudah bercampur dengan air hujan, jalanan licin sehingga bus yang aku naiki (Nusantara) berjalan sangaaatt lambat kayak siput. Kayak kota mati gila... soalnya pada tutup semua dan orang-orang yang ada disitu sepertinya tidak mau mengambil resiko menghisap abu vulkanik, walopun klo hujan dampaknya pasti sangat berkurang daripada saat matahari panas atau kering.
Untuk saat ini aku tidak berani menuju ke Jogjakarta untuk kuliah dulu, karena walaupun di Jogja tidak ada masalah (hanya terkena debu vulkanik) tapi yang jelas sudah menjadi daerah rawan bahaya dan banyak tempat yang dipenuhi oleh para pengungsi. Dan lagi perjalananku dari rumah ke Jogja sudah pasti melewati Magelang, Muntilan, dan Sleman. Jadi yang nggak amannya itu justru di perjalanannya (bikin ga tenang aja) berita juga kayaknya bikin takut aja kayak meliput film horor gitu. Moga-moga kondisi Merapi cepat mereda, dan tidak lagi memakan banyak korban. Amin...
Friday, November 5, 2010
Subscribe to:
Comments (Atom)
